Pengobatan Penyakit Radang Otak

Pengobatan Penyakit Radang Otak - Radang otak atau ensefalitis adalah inflamasi yang terjadi pada otak. Kondisi Radang otak dapat terjadi pada siapa saja, namun anak-anak serta lansia memiliki risiko tertinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang cenderung lebih lemah. Radang otak berpotensi menjadi kondisi yang serius dan dapat mengancam jiwa. Perkembangan penyakit radang otak ini juga sulit ditebak. Diagnosis dan pengobatan yang cepat serta efektif adalah kunci utama.
Gambar Penyakit Radang Otak


#Gejala Radang Otak

Radang otak dapat diawali dengan gejala-gejala ringan, seperti sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-pegal. Kondisi penderita kemudian dapat menurun secara drastis dengan indikasi-indikasi yang lebih serius yang meliputi:
  • Kejang-kejang.
  • Perubahan kondisi mental, seperti linglung.
  • Halusinasi.
  • Otot yang lemas.
  • Kelumpuhan pada wajah serta bagian tubuh tertentu.
  • Gangguan pada kemampuan bicara atau pendengaran.
  • Pingsan.
  • Pergerakan mata yang tidak terkontrol.
  • Leher yang kaku.
  • Pandangan kabur atau bahkan kehilangan penglihatan.

Gejala awal penyakit ini cenderung mirip dengan indikasi flu sehingga sulit dideteksi. Karena itu, segeralah ke rumah sakit jika Anda atau anak Anda mengalami gejala flu yang makin parah dan yang disertai dengan perubahan kondisi mental.

#Penyebab Radang Otak

Radang otak tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Akan tetapi, infeksi serta sistem kekebalan tubuh yang rendah diduga berperan penting terhadap proses terjadinya penyakit ini. Infeksi yang menyebabkan radang otak dibagi menjadi dua, yaitu virus infeksi yang berasal dari dalam otak atau disebut radang otak primer, serta infeksi yang berasal dari luar otak, atau radang otak sekunder.

Radang otak sekunder terjadi pada saat infeksi telah menyebar dan menembus masuk ke dalam otak. Berbagai jenis infeksi, terutama infeksi virus, yang dapat memicu Radang otak sekunder adalah:
  • Virus herpes simpleks, yang menyebabkan terjadinya penyakit herpes di mulut maupun di kelamin. Herpes simpleks merupakan virus yang paling sering ditemukan pada kasus radang otak.
  • Virus Varicella zoster, yang menyebabkan cacar air dan cacar api.
  • Virus Epstein-Barr, yang menjadi penyebab penyakit mononukleosis.
  • Berbagai jenis virus lain, yang menyebabkan penyakit campak (measles), gondongan (mumps), atau campak jerman (rubella).
  • Virus dari hewan, misalnya virus rabies serta virus yang disebarkan oleh nyamuk dan caplak.

#Diagnosis Radang Otak

Gejalanya awalnya seringkali mirip dengan penyakit lain, radang otak sering disalah artikan sebagai penyakit lain sehingga sulit terdeteksi. Selain menanyakan gejala-gejala Anda, dokter akan menganjurkan pemeriksaan serta tes-tes untuk memastikan diagnosis.

Jenis pemeriksaan yang akan disarankan meliputi:
MRI scan atau CT scan.
MRI scan atau CT scan ini merupakan jenis pemeriksaan pertama yang disarankan oleh dokter untuk mendeteksi adanya radang otak. Kedua jenis pemeriksaan ini akan menunjukkan ada tidaknya pembengkakan yang terjadi pada otak, serta ada tidaknya penyebab lain yang mendasari radang otak seperti tumor.

Fungsi lumbar.
Pada pemeriksaan fungsi lumbar, dokter akan memasukkan jarum ke tulang belakang bagian bawah, dan kemudian dokter akan mengambil cairan serebrospinal untuk diperiksa di laboratorium. Dari cairan tersebut, akan diperiksa ada tidaknya infeksi atau peradangan yang terjadi di otak.
Tes lain, seperti tes darah, tes hapusan tenggorokan, dan tes urine. Tes ini mungkin dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab infeksi.

Elektroensefalogram atau EEG. 
Tes Elektroensefalogram atau EEG digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan aliran listrik di otak yang mungkin menjadi penyebab terjadinya radang otak.
Sebagian jaringan otak akan diambil untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Prosedur ini mungkin dipilih jika gejala semakin memburuk dan pengobatan tidak berdampak positif.

#Pengobatan Penyakit Radang Otak

Radang otak berpotensi mengancam jiwa (terutama yang sudah parah), sehingga membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Proses penanganan radang otak bertujuan untuk menghentikan dan mengobati infeksi, mengatasi komplikasi yang berpotensi muncul akibat demam, serta mencegah komplikasi jangka panjang.

Penanganan radang otak untuk tiap pasien berbeda-beda. Penentuannya tergantung kepada jenis radang otak yang diderita oleh pasien. Langkah penanganan umumnya meliputi antibiotik, antifungal, antivirus, kortikosteroid injeksi, terapi imunoglobulin, plasmapheresis, pembedahan, atau antikonvulsan.

Sebagian besar radang otak akibat infeksi virus akan diatasi dengan obat antivirus, seperti acyclovir. Meski demikian, keefektifan antivirus tetap terbatas karena tidak semua jenis virus bisa diatasi dengan obat ini. Obat antivirus hanya efektif untuk memberantas virus herpes simpleks dan varisela zoster. Efek samping obat ini meliputi diare, mual, muntah, serta nyeri pada otot atau sendi.

Cara untuk mengatasi radang otak akibat gangguan sistem kekebalan tubuh, dokter memberi suntikan kortikosteroid sebagai langkah awal ddalam penanganannya. Kortikosteroid akan menurunkan kinerja abnormal dari sistem kekebalan tubuh sekaligus mengurangi inflamasi pada otak. Jika obat ini dinilai kurang efektif, dokter mungkin akan menambahkan terapi imunoglobulin untuk pasien.

Kortikosteroid juga berpotensi menyebabkan efek samping seperti emosi tidak stabil, perubahan nafsu makan serta kesulitan tidur. Terapi imunoglobulin juga dapat digunakan untuk menangani radang otak yang terjadi karena gangguan sistem kekebalan tubuh.

Pada radang otak yang terjadi karena infeksi akibat jamur atau bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik atau antijamur untuk mengatasinya. Obat antikonvulsan dapat diberikan dokter untuk menghentikan atau mencegah kejang-kejang yang disebabkan oleh radang otak.

Pada kasus radang otak akibat tumor, pilihan terapi pembedahan mungkin akan diambil guna mengangkat tumor penyebab. Namun, indikasi pembedahan ini bergantung pada jenis, ukuran, serta penyebaran tumor.

Di samping obat-obatan, pasien radang otak membutuhkan bantuan peralatan medis lain. Misalnya, alat bantu pernapasan serta tabung untuk menyalurkan nutrisi. Masa penyembuhan yang dibutuhkan pasien juga cenderung memakan waktu lama hingga berbulan-bulan.

Mungkin ini sedikit masukan tentang bagaimana cara pengobatan radang otak tahap pertama untuk lebih jelasnya silahkan Anda periksakan ke dokter atau rumah sakit terdekat dikota Anda, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Kulit Kering Pada Tangan Secara Alami

9 cara mengobati penyakit tifus